Bergegaslah ke Sumbernya

Tersembunyi di balik tabir misteri, Keindahan selamanya terbebas dari setitik pun noda ketidak sempurnaan. Dari atom-atom dunia, Dia menciptakan cermin tak terhitung banyaknya, pada tiap cermin itu Dia menaruh bayangan WajahNya, bagi mata yang waspada, segala yang tampak indah tak lain adalah pantulan Wajah itu.
Kini setelah kau lihat pantulannya, bergegaslah ke Sumbernya, dalam cahaya sediakala itu pantulan sepenuhnya sirna. Jangan jauh-jauh dari Sumber utama itu, kalau pantulan sirna, kau akan tersesat dalam gelap. Pantulan sama sementaranya dengan senyum sekuntum mawar, jika kau menghendaki kekekalan, berpalinglah pada Sumber, jika kau ingin ketaatan, tataplah tambang kesetiaan. Mengapa kau cabik-cabik jiwamu demi sesuatu yang sementara di sini dan nanti akan berlalu?

Jami

Advertisements

Macapat Pangkur 

Tembang macapat pangkur banyak digunakan pada tembang-tembang yang bernuansa Pitutur (nasihat), pertemanan, dan cinta. Baik rasa cinta kepada anak, pendamping hidup, Tuhan dan alam semesta. 

Mingkar-mingkuring ukara

(Membolak-balikkan kata)

Akarana karenan mardi siwi

(Karena hendak mendidik anak)

Sinawung resmining kidung

(Tersirat dalam indahnya tembang)

Sinuba sinukarta

(Dihias penuh warna )

Mrih kretarta pakartining ilmu luhung

(Agar menjiwai hakekat ilmu luhur)

Kang tumrap ing tanah Jawa

(Yang ada di tanah Jawa/nusantara)

Agama ageming aji.

(Agama “pakaian” diri)

(Tersaji dalam serat Wedhatama)

Mrih tan kemba kembenganing pambudi

(Agar jangan miskin budi pekerti)

Mangka nadyan tuwa pikun

(Padahal meskipun tua dan pikun)

Yen tan mikani rasa

(bila tak memahami rasa)

Yekti sepi sepa lir sepah asamun

(Tentu sangat kosong dan hambar seperti ampas buangan)

Samasane pakumpulan

(Ketika dalam pergaulan)

Gonyak-ganyuk nglelingsemi.

(Terlihat bodoh memalukan)

 

————————
Nggugu karsane priyangga,

(Menuruti kemauan sendiri)

Nora nganggo peparah lamun angling,

(Tanpa tujuan jika berbicara)

Lumuh ingaran balilu

(Tak mau dikatakan bodoh)

Uger guru aleman,

(Seolah pandai agar dipuji)

Nanging janma ingkang wus waspadeng semu,

(Namun manusia yang telah mengetahui akan gelagatnya)

Sinamun samudana,

(Malah merendahkan diri)

Sesadoning adu manis.

(Menanggapi semuanya dengan baik)

Calm down Dear

Dia hanya memintamu untuk tenang. 

Bahkan kau tak mengerti apa itu tenang, bukan. 
Jangan khawatir, Dia akan menuntunmu saat kau bahkan tak mengerti apa pengertiannya.

Setiap irama hanya bisa kau nikmati saat kau benar-benar mengayun seirama dengannya. Jangan kau tolak atau melawan arus irama. 

Nikmati..Nikmati saja satiap alunannya. Jika bahkan kau tak mengerti apa itu irama. Jangan khawatir, Sekali lagi Dia akan menuntunmu saat kau tak mengerti apa pengertiannya.

Kembalikan, kembalikan segalanya kepada sang pemilik skenario. 
Ingat kau hanyalah pemain. Aku ragu, jangan-jangan kau juga mungkin bahkan tak mengerti apa itu pemain. Jangan khawatir, lagi-lagi Dia akan menuntunmu saat kau tak mengerti apa pengertiannya. 

Setiap kata memiliki pengertian sayang. Setiap pengertian memiliki makna. Setiap makna terkandung berjuta kebijaksanaanNya.
Jangan khawatir, jika memang banyak kata dan pengertian yang belum kau pahami. Dia akan selalu menuntunmu. Hanya ada satu syaratnya, kau harus tenang. Jangan coba-coba untuk melawan.


Fadillahilda

Remain Silent

Words are only a little of the true feeling.

The absolute thing are can never be good explain with words.
Your feeling are yours and my feeling are mine.

Although for some who has the same feeling, they can only share just a little bit from their true feelings.
Whole feeling are only want to become a secret forever between every human heart and his God. 

Become silence, when speak are not better than silent. 

​Tiga Orang Tamu

Suatu ketika, ada seorang wanita yang melihat 3 orang pria. Wanita itu berkata, “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut. Pria itu lalu bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”, “Belum, dia sedang keluar.” “Oh kalau begitu, kami akan menunggu sampai suamimu kembali “, kata pria itu.

Saat suaminya pulang, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami lalu berkata, “ajak mereka masuk u menikmati makan malam ini.” Wanita itu keluar dan mengundang mereka u masuk. “Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama”, kata pria itu hampir bersamaan. “Kenapa ?” tanya wanita itu. “Nama dia Kekayaan,” sambil menunjuk seorang pria di sebelahnya, “Sedangkan yang ini bernama Kesuksesan,” sambil memegang bahu pria lainnya. “Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk?” 
Wanita itu kembali u memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun heran. “Baiklah, kalau begitu, coba ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.” Istrinya berkata “Sayang, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia u membantu keberhasilan panen kebun kita.” 
Anak mereka pun ikut mengusulkan. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta.” Mereka akhirnya setuju.
Wanita itu kembali keluar, dan bertanya “Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo masuklah” Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju rumah. Namun, kedua pria lainnya pun ikut. Karena heran, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan ” Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk,tapi kenapa kamu ikut juga?” 

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta maka kami ikut selalu bersamanya. 

Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan.
-Unknown-

The Woman’s Stone

A woman who was traveling in the mountains found a precious stone in a stream. The next day, she met another traveler who was hungry, and the woman opened her bag to share her food. The hungry traveler saw the precious stone and asked the woman to give it to him. She did so without hesitation.

The traveler left, rejoicing in his good fortune. He knew the stone was worth enough to give him security for a lifetime.

But a few days later he came back to return the stone to the woman.”I’ve been thinking,” he said, “I know how valuable the stone is, but I give it back in the hope that you can give me something even more precious. Give me what you have within you that enabled you to give me the stone.”

Unknown

Image

She’s

She’s perfect balance

She’s physically, emotionally connected

She’s at peace with who she is

She grow stronger and more joy everyday

She’s wild, fresh and fragrant

She’s love and life

She’s totally accept 

She’s stop counting things

She’s enjoy the moment

She’s enough

She’s responsible for herself

She’s feel and experience all the things

She’s neither good nor bad

She’s complete

Fadillahilda